KOMPAS.com - Pemerintah menyelenggarakan Simposium Nasional Tenaga Kependidikan 2017 bertema “Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah dalam Penyiapan Keterampilan Abad 21.” Rencananya, simposium diselenggarakan mulai 23 hingga 26 November 2017.

Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah (Tendik Dikdasmen) Bambang Winarji mengatakan, kegiatan itu bersamaan dengan Pekan Kreativitas dan Apresiasi dalam rangka Hari Guru Nasional yang diselenggarakan setiap tahun.

Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 39, tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.

Dalam melaksanakan tugas tersebut sering kali terdapat berbagai masalah dalam penyelenggaran pendidikan di satuan pendidikan. Menurut dia, telah banyak aktivitas yang dilakukan oleh tenaga kependidikan dalam memecahkan permasalahan tersebut.
“Namun aktivitas tersebut belum terdokumentasikan dan dapat diakses secara terbuka oleh satuan pendidikan lainnya,” katanya.

Forum Simposium Nasional Tenaga Kegiatan 2017 menjadi wahana bertukar informasi, berbagi serta pengetahuan antar- kepala sekolah dan pengawas sekolah. “Acara ini sekaligus sebagai strategi pengembangan profesi tenaga kependidikan yang dilaksanakan pada tingkat nasional,” ujarnya.

Simposium itu diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan profesi tenaga kependidikan dalam bentuk penyebaran informasi, diskusi, ekspos gagasan, dan pertemuan ilmiah serta ajang unjuk prestasi lainnya.

Ratusan guru dari 29 daerah mengikuti Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2017 yang digelar di Jakarta pada 7 hingga 10 November 2017.

Selain itu, simposium juga diselenggarakan sebagai upaya mengapresiasi hasil karya terbaik tenaga kependidikan. Karya para tenaga kependidikan tersebut berupa hasil riset, hasil kajian, gagasan baru dan poster, utamanya terkait tugas pokok dan fungsi kepala sekolah serta pengawas sekolah.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendorong kreativitas Tenaga Kependidikan dalam menghasilkan karya ilmiah dan gagasan-gagasan baru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan capaian prestasi peserta didik,” katanya.