KE-INDONESIA-AN, ketakwaan, dan kewirausahaan menjadi motto SMKN 1 Banyuwangi. Program revitalisasi yang tengah dilaksanakan sekolah ini tidak menyurutkan semangat siswa untuk berprestasi. Capaian gelar di level lokal hingga nasional mampu ditorehkan anak didik sekolah ini.

Pada lomba kompetensi siswa (LKS) tingkat kabupaten tahun ini, SMK Negeri 1 Banyuwangi mampu menempatkan lima dari tujuh duta yang dikirim di ajang ini. Mereka berhasil unggul di lomba marketing, akunting, bilingual sekretaris, web desain, dan akomodasi perhotelan. ”Kami punya lima juara dari tujuh orang yang dikirim di ajang itu,” ujar Kepala SMK Negeri 1 Banyuwangi Sri Hidayati SPd.

Di ajang nasional, SMK Negeri 1 Banyuwangi juga menjadi duta Jawa Timur di ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2017 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kepastian itu diperoleh kontingen sekolah ini menjadi yang terbaik di tanah kelahirannya sendiri, Banyuwangi.

Di event pemilihan duta kesehatan remaja yang dihelat Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi tahun ini, SMK Negeri 1 Banyuwangi mampu menyabet Juara I untuk putra dan putri sebagai duta kesehatan remaja. ”Baik di bagian putra maupun putri kami berhasil mengawinkan gelar duta kesehatan remaja,” ujarnya.

Bukan itu saja, sejumlah event yang ada pun tidak luput menjadi panggung kedigdayaan dari sekolah ini. Event yang digelar Stikes dan Dinas Kesehatan beberapa waktu juga menahbiskan duta sekolah ini ke tangga jawara. Di ajang tersebut, tiga gelar berhasil direbut yakni podium kedua, ketiga, dan harapan tiga.

Termasuk di dalamnya gerak jalan tradisional 17 km dalam memperingati HUT ke-72 RI lalu. SMK Negeri 1 Banyuwangi juga mampu mendulang prestasi. Sekolah yang berada di Jalan Wijaya Kusuma ini menempati podium ketiga terbaik di ajang tersebut. (nic/als/c1)

Siswa Diminati Dunia Kerja Mancanegara

REVITALISASI SMK yang digalakkan pemerintah terus dijabarkan SMK Negeri 1 Banyuwangi dalam praktik dunia pengajaran secara langsung. Terlebih lagi dengan kepemilikan Sertifikat ISO 9001:2000, sekolah ini memiliki sejumlah fasilitas penunjang bagi siswanya. Tujuannya adalah untuk pengembangan bakat dan minat diri siswa untuk meraih prestasi itu sendiri. 

Di antaranya jurusan Akomodasi dan Perhotelan juga telah didukung sarana dan prasarana yang memadai. Sekolah saat ini memiliki 21 kamar yang siap digunakan siswa untuk mempraktikkan ilmu yang diperolehnya secara langsung. Bukan itu saja, untuk menguji keilmuan siswa secara langsung, hotel yang ada di Jalan Wijaya Kusuma ini juga dibuka untuk masyarakat umum.

”Hotel ini bisa untuk siswa praktik sekaligus secara langsung praktik ke masyarakat. Bagaimana melayani tamu dan mengelola hotel secara langsung,” ujar Sri Hidayati SPd, Kepala SMK Negeri 1 Banyuwangi.

Efek semangat siswa dalam menyerap ilmu dan mempraktikkan ilmu yang diperolehnya setidaknya membuahkan hasil manis bagi siswa itu sendiri. Sekolah sebagai sarana penggemblengan siswa pun turut banjir apresiasi. Ini ditunjukkan dengan laris manisnya lulusan sekolah ini untuk diminta bekerja di sejumlah hotel.

Tidak hanya dalam negeri, skill siswa SMK Negeri 1 Banyuwangi juga diminati oleh dunia dan pelaku pariwisata di luar negeri. Malaysia dan Thailand menjadi peminat terbesar siswa didikan sekolah ini. ”Permintaan banyak untuk dimagangkan di sana. Sejauh ini baru Malaysia, tapi ada permintaan juga dari Thailand,” katanya.

Antusiasme yang diperlihatkan dunia mancanegara terhadap siswa SMK Negeri Banyuwangi membuat sekolah melakukan terobosan. Di antaranya dengan menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan hotel yang ada di Malaysia. (nic/als/c1)


Sumber: Radar Banyuwangi